Minggu, 13 November 2011

Does Academic Dishonesty Relate to Unethical Behavior in Professional Practice? An Exploratory Study*

Pada Jurnal yang berjudul "Does Academic Dishonesty Relate to  Unethical Behavior in Professional  Practice? An Exploratory Study"

bisa dibuka pada link dibawah
http://www.4shared.com/file/0VLAe20s/Does_Academic_Dishonesty_Relat.html

Dalam jurnal tersebut diketahui bahwa saat ini kecurangan dalam bidang akademis di perguruan tinggi oleh mahasiswa sangat merajalela. terutama bagi mahasiswa teknik seperti yang disampaikan oleh jurnal tersebut. Namun, disini saya tidak hanya membahas tentang kecurangan mahasiswa teknik saja, tetapi juga bagi semua mahasiswa terutama di Indonesia.



Mungkin dalam jurnal tersebut, survei tertinggi dalam kecurangan dibidang akademis banyak dilakukan oleh siswa-siswa teknik. Tapi bagi saya semua sama, sebagian besar kecurangan yang dilakukan bukan hanya dilakukan mahasiswa teknik saja melainkan mahasiswa fakultas lain ikut didalamnya

Kecurangan terutama dibidang akademis, tentunya semakin membuat para mahasiswa menjadi bodoh. Dengan kecurangan seseorang bisa menjadi semakin malas, kurangnya motivasi, maupun tidak mau berusaha.
Sebenarnya setelah dipikir-pikir kembali, melakukan kecurangan dalam bidang akademis sebut saja seperti mencontek, membuat catatan kecil, dan lain-lain didalam tes maupun kuis, itu sangat merugikan bagi diri kita sendiri. Memang mungkin nilai diatas kertas kita baik dengan melakukan hal itu, tetapi bila kita berfikir kedepan, rasanya ilmu yang kita dapatkan itu terasa sia-sia. Kecurangan kecurangan dalam bidang akademis tersebut, apabila dibiasakan, lama-lama akan berdampak bagi kita untuk melakukan kriminalitas yang lebih besar lagi.

Hal ini bisa diibaratkan seperti kejadian Gayus Tambunan. Mengapa Gayus Tambunan melakukan korupsi ? Mungkin adalah karena tidak terbiasa untuk jujur. Pasti ada alasan mengapa Gayus Tambunan melakukan korupsi. Untuk korupsi mungkin sebelumnya Gayus Tambunan ditawarkan uang bermiliar-miliaran. Siapa sih yang tak mau apabila diberi uang hingga bernilai miliaran. Karena tidak terbiasa untuk melakukan kejujuran, akhirnya Gayus Tambunan pun menerima uang miliaran tersebut dengan melakukan korupsi. Apabila mahasiswa Indonesia ini tidak dibiasakan untu bersikap jujur, maka bisa jadi Gayus Tambunan, Gayus Tambunan selanjutnya akan kembali hadir di Indonesia.

Maka dari itu, betapa pentingnya membiasakan diri untuk hidup jujur, selain bermanfaat bagi Negara Indonesia ini, juga bermanfaat bagi diri kita sendiri. Semoga orang-orang yang berkepentingan dalam masalah ini, secepatnya untuk melakukan suatu tindakan yang dapat menyelesaikan masalah ini. Karena para pelajar Indonesia adalah aset bagi Negara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...