Di suatu sore, seorang anak datang kepada ayahnya yg sedang baca koran… "Ayah, ayah.."
kata sang anak.
Ada apa?” tanya sang ayah…..
“aku capek, sangat capek … aku capek karena aku belajar mati matian untuk mendapat nilai bagus sedang temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek…aku mau menyontek saja! aku capek. sangat capek…
aku capek karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! … aku capek, sangat capek …
aku capek karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung…aku ingin jajan terus! …
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati…
aku capek, sangat capek karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman teman ku, sedang teman temanku seenaknya saja bersikap kepada ku…
aku capek ayah, aku capek menahan diri…aku ingin seperti mereka…mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah ! ..” sang anak mulai menangis…
Kamis, 15 Desember 2011
Rabu, 14 Desember 2011
Kamis, 08 Desember 2011
Kisah Anggota DPR yang Lebih Hebat dari Nabi
SEORANG bapak anggota DPR yang terkenal akan korupsinya, suatu hari berkunjung ke rumah seorang Ustad yang sederhana.
Beliau mulai bertanya kepada si ustad.
Bapak DPR: "Pagi Ustad. Saya ingin tahu pendapat Ustad. Menurut Ustad, saya sama Lurah hebat mana?"
Ustad: "Ya... hebat Bapak-lah, kan Lurah tidak berani perintah-perintah anggota DPR."
(Si bapak mulai nyengir-nyengir)
Bapak DPR : "kalo sama Camat, hebat mana?"
Ustad: "Masih hebat Bapak. Camat juga tidak berani perintah-perintah anggota DPR."
(Si bapak nyengirnya tambah lebar )
Bapak DPR: "Lha, kalo saya sama Bupati hebat mana?"
Ustad: "Tetep hebat Bapak DPR. Bupati juga gak berani sama bapak kok."
Bapak DPR: "Ini pertanyaan, jawab jujur ya Ustad. Kalo sama presiden?"
Ustad: "Masih hebatan bapak. Seseorang bisa jadi Presiden kan karena keputusan bapak-bapak DPR"
(Cengiran si bapak DPR sudah jadi seringai puas. )
Bapak DPR : "Ini pertanyaan terakhir. Kalau saya sama Nabi hebat mana?"
(Si ustad agak lama mikirnya. Lalu ia menjawab. )
Ustad: "Ehm, hebatan Bapak DPR. Kalau Nabi masih takut Tuhan, kalo Bapak kan udah tidak takut sama Tuhan."
Beliau mulai bertanya kepada si ustad.
Bapak DPR: "Pagi Ustad. Saya ingin tahu pendapat Ustad. Menurut Ustad, saya sama Lurah hebat mana?"
Ustad: "Ya... hebat Bapak-lah, kan Lurah tidak berani perintah-perintah anggota DPR."
(Si bapak mulai nyengir-nyengir)
Bapak DPR : "kalo sama Camat, hebat mana?"
Ustad: "Masih hebat Bapak. Camat juga tidak berani perintah-perintah anggota DPR."
(Si bapak nyengirnya tambah lebar )
Bapak DPR: "Lha, kalo saya sama Bupati hebat mana?"
Ustad: "Tetep hebat Bapak DPR. Bupati juga gak berani sama bapak kok."
Bapak DPR: "Ini pertanyaan, jawab jujur ya Ustad. Kalo sama presiden?"
Ustad: "Masih hebatan bapak. Seseorang bisa jadi Presiden kan karena keputusan bapak-bapak DPR"
(Cengiran si bapak DPR sudah jadi seringai puas. )
Bapak DPR : "Ini pertanyaan terakhir. Kalau saya sama Nabi hebat mana?"
(Si ustad agak lama mikirnya. Lalu ia menjawab. )
Ustad: "Ehm, hebatan Bapak DPR. Kalau Nabi masih takut Tuhan, kalo Bapak kan udah tidak takut sama Tuhan."
Selasa, 29 November 2011
Langganan:
Postingan (Atom)